Contoh Daftar Pustaka Terbaru

Contoh Daftar Pustaka Cukup banyak teman-teman aku yang dikritik mengenai penulisan citation pada proposal Karya Ilmiahnya oleh dosen penguji. Selain format penulisannya yang salah pada daftar pustaka, terkadang kesalahannya terletak pada urutan penomoran. Style citation yang dipakai dalam jurnal-jurnal penelitian medis memang kebanyakan menggunakan Vancouver System-termasuk di FK Undip-yang mengharuskan urutan citation dalam Daftar Pustaka sesuai dengan urutan penggunaan (urutan tampil) referensi itu dalam teks. Mungkin pengurutan ini yang agak menyusahkan ketika harus menyunting ulang tulisan dan menyisipkan referensi-referensi baru, sebab nomor-nomor urut tersebut tentunya harus diubah lagi.

Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

Buku adalah sumber utama penulisan buku lainnya. Buku sering digunakan sebagai rujukan penulisan bagi penulis yang berbeda. Ini diperkenankan karena ilmu memang berkembang dan berubah-ubah. Ilmu berkembang untuk menuju penyempurnaan teori atau konsep. Jika sumber tulisan dari buku, penulisan daftar pustaka diurutkan sebagai berikut.

Nama penulis[tanpa dibalik-titik] spasi tahun terbit[titik] spasi judul buku[cetak miring-titik] spasi kota penerbit[titik dua] nama penerbit.

Contoh:

Johan Wahyudi. 2010. Menjadi Cerpenis. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Jika seorang penulis menggunakan dua atau lebih buku dari penulis yang sama, daftar pustaka ditulis dengan mengurutkan tahun lama ke tahun yang lebih muda. Di bawah nama penulis diberi garis panjang tanpa putus sebanyak 10 spasi. Jika satu baris tidak mencukupi, baris berikutnya dibuat menggantung atau hanging.

Contoh:

Johan Wahyudi. 2009. Menjadi Cerpenis. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

___________.. 2010. Terampil Menulis Surat. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Jika sebuah buku ditulis dua orang, keduanya ditulis lengkap.

Contoh:

Johan Wahyudi dan Ilham Ahmad Husaini. 2009. Panduan Menjadi Juara. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Jika sebuah buku ditulis tiga orang atau lebih, hanya penulis utama yang ditulis dengan diikuti dkk (dan kawan-kawan). Penulis utama adalah penulis yang letak namanya berada di kiri atau atas susunan penulis.

Contoh:

Johan Wahyudi, Ilham Ahmad Husaini, dan Muhammad Zuhdi Alghifari. 2009. Panduan Menjadi Juara. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. (salah).

Johan Wahyudi, dkk. 2009. Panduan Menjadi Juara. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. (benar).

Nama asing dibalik karena nama asing meletakkan nama diri di belakang nama keluarga atau nama marga.

Contoh:

Noam Chomsky. 1997. Introducing of Linguistic. British: Universal Oxford Press Ltd. (salah).

Chomsky, Noam. 1997. Introducing of Linguistic. British: Universal Oxford Press Ltd. (benar).

Penulisan Daftar Pustaka dari Penelitian

Penulisan daftar pustaka yang bersumberkan hasil penelitian atau jurnal tidak mempunyai banyak perbedaan dengan penulisan daftar pustaka yang bersumber dari buku. Perbedaannya hanya meletakkan jenis penelitian dengan diapit tanda kurung.

Contoh:

Johan Wahyudi. 2009. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyunting Karangan dengan Penerapan Metode Inkuiri (Tesis). Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Jika bersumber dari jurnal penelitian, daftar pustaka ditulis sebagai berikut.

Johan Wahyudi. 2009. Meningkatkan Kemampuan Menulis Petunjuk dengan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah. (Jurnal Bahasa dan Sastra Nomor 05 Volume 1 Tahun III). Samarinda: Balai Bahasa Kalimantan Timur.

Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel

Kita sering membaca banyak artikel, baik di media cetak maupun internet. Dari artikel tersebut, kita sering terinspirasi untuk menjadikannya sebagai sumber penulisan buku. Seorang penulis buku harus bersikap jujur. Artinya, penulis buku harus menuliskan sumber tersebut ke dalam daftar pustakanya. Penulisan artikel ke dalam daftar pustaka menggunakan urutan sebagai berikut.

Nama penulis[tanpa dibalik-titik] spasi tahun terbit[titik] spasi judul artikel [cetak miring-titik] spasi dalam [nama media cetak lengkap dengan tanggal, bulan dan tahunnya-titik].

Contoh:

Johan Wahyudi. 2010. Ayo Menulis Buku dalam Majalah Guruku Edisi Juni 2010.

Jika bersumber dari internet, daftar pustaka ditulis dengan urutan sebagai berikut.

Nama penulis[tanpa dibalik-titik] spasi tahun terbit[titik] spasi judul artikel [cetak miring-titik] spasi dalam [nama media cetak lengkap dengan tanggal, bulan, tahun, dan waktu mengunduhnya-titik].

2 comments:

  1. kalo ada cetakan gitu, ditulis ke daftar pustaka gak???

    ReplyDelete
  2. Terima Kasih Pak Atas infonya ..
    artikel yang sangat bagus ..

    ReplyDelete